FRINDZONE

    Hi, perkenalkan nama gw alfires. Biasa di panggil alfi atau yang lebih sering di panggil kiting, disini gw mau berbagi sedikit pengalaman gw tenatang hubungan FRINDZONE. Semenjak gw beranjak ke masa pubertas sampai sekarang umur gw 28 tahu, bisa dibilang gw paling sering berada dalam zona frindzone.

    Gak enak sihh, tapi entah kenapa gw selalu saja berada dalam situasi seperti itu. Apakah karena gw orang yang sangat mudah menyukai seseorang ketika melihat sedikit saja karakter baik dari diri mereka yang langsung membuat gw menyukainya? Mmm.. entahlah gw juga tidak mengerti diri gw sendiri. Tapi suka disini bukan berarti cinta ya, mungkin kita memiliki defenisi yang berbeda. Buat gw suka adalah saat dimana lu bisa menerima dan berkomunikasi dengan orang yang ada di sekitar kalian, baik orang yang baru lu kenal atau pun yang sudah lama.

    Dan sekarang gw mau ceritain hubungan frindzone yang pernah gw alamin. Sebelum masuk ke inti ceritanya, gw sedikit memberikan gambaran tetang orang yang gw sukai ini. sebut saja namanya Mawar. Oh ya gw bertemu dengannya kembali setelah gw pindah ke kota X, karena gw sudah mulai bosan dengan suasana di kota Y yang menurut gw gitu-gitu aja dan juga hobi gw juga tidak tersalurkan. Berlanjut untuk menceritakan sedikit tentangnya, kita dipertemukan lagi dan beberapa kali bertemu untuk sekedar ngobrol. Waktu pun berlalu, gw yang awalnya biasa saja sekarang menaruh rasa yang lebih akan kehadirannya.

    Namun gw tidak pernah serius mengatakan kalau gw emang benar-benar menyukai nya. Jadi gw tidak pernah mendapat jawaban Iya atau Tidak. Pada suatu malam gw iseng-iseng melihat postingan di instagram yang berisi quote tenang frindzone dan menandainya di instagram kalau gw menyukai nya, jujur itu bukan gw banget sihh ngomong persoalan rasa dengan tidak mengungkapkan secara langsung. Selang beberapa jam gw menghapus komentar yang diinstagram itu karena gw merasa tidak nyaman tapi gw yakin kalau dia sudah membacanya.

    Jujur gw sering menghindar darinya kalau diajak nongkrong bareng dengan tema-teman yang lain. Dengan berbagai alasan yang gw berikan. Setelah semuanya membaik, sekarang gw sudah ikut bergabung lagi dengan mereka untuk sekedar bercanda gurau. Gw sudah membiasakan diri seperti awal tanpa memiliki perasan yang lebih untuknya, semua itu gw sadari setelah gw memikirkan pertemanan yang sudah lama kita jalani.

    Yah, akhirnya gw menyadari, ternyata rasa yang gw pendam selama ini bukan lah rasa sebagai Aku dan Kamu. Melainkan bro dan sis, itu benar adanya. Gw menyadari bahwa gw hanya merasa cembura  karena gw melihat teman gw, yang dulunya dekat dengan  gw ternyata ada orang lain yang bisa membuatnya tertawa lepas dan nyaman sebagai dirinya sendiri. Gw bersyukur dia mendapatkan orang yang dia inginkan. Semoga dia menjadi pasangan sehidup sesurga. Buat teman gw, semoga lu bahagia.

 

Komentar